banner 300250
LIFESTYLE

Saatnya Pemburu Gerhana Matahari Total Beraksi

Sangbintang.com
Pernahkan anda melihat gerhana matahari total. Kalau belum maka 9 Maret 2016 nanti, pastikan kita ikut menyaksikannya secara langsung. Jangan lupa untuk mengabadikan momen langka ini dalam foto.
Para “pemburu GMT” seperti astronom, fotografer, dan ilmuwan dari berbagi disiplin ilmu pengetahuan dari berbagai negara, pasti sudah merencanakan untuk mengunjungi Indoesia khususnya daerah yang dilintasi GMT 2016.
Sekitar dua bulan lagi, Indonesia akan merasakan pertunjukkan alam tak biasa, yakni Gerhana Matahari Total (GMT). Alasannya, peristiwa tersebut akan terulang lagi 350 tahun mendatang.
Tak ayal, para “pemburu GMT” seperti astronom, fotografer, dan ilmuwan dari berbagai displin ilmu pengetahuan yang berasal berbagai negara akan menyambangi Indonesia. Sebab, gerhana langka itu akan melintasi sejumlah daerah di Tanah Air.
“Gerhana matahari adalah suatu peristiwa, di mana bulan melintas di antara bumi dan matahari, sehingga kedudukan matahari, bulan, dan bumi terletak pada satu garis lurus, sehingga menyebabkan cahaya matahari yang jatuh ke bumi terhalang oleh bulan. Gerhana matahari akan terjadi pada siang hari,” tutur Kepala Bagian Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Jasyanto, dalam siaran persnya, Rabu 13 Januari 2016.
GMT ini, LAPAN memprediksikan akan terjadi di 10 provinsi Indonesia, yaitu dimulai dari Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit (Kalimantan Tengah), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate, dan Halmahera (Maluku Utara). Untuk merekam sejarah alam tersebut, LAPAN berencana untuk menyambut datangnya GMT.
Indonesia akan mengalami Gerhana Matahari Total (GMT) tanggal 9 Maret 2016. Negara ini akan menjadi tempat terbaik dan menarik untuk memantau fenomena GMT.Gerhana seperti ini baru akan terulang kembali di Indonesia diperkirakan 350 tahun mendatang.
Jasyanto menjelaskan, saat GMT berlangsung, setidaknya ada tiga aspek penting, di antaranya aspek ilmiah penelitian, edukasi publik, dan aspek budaya. Ketiganya ini, akan berdampak pada pariwisata daerah, terutama di Indonesia yang terkena dampak langsung dari GMT ini.
“Banyak pelajaran penting yang perlu diambil dan disempurnakan untuk memberikan manfaat besar bagi Indonesia terkait mencerdaskan masyarakat serta meningkatkan pariwisata untuk memperkenalkan potensi budaya dan alam Indonesia kepada wisatawan. GMT ini juga penting dalam mengali potensi nasional di bidang keantariksan khususnya bidang astronomi,” tambah dia.
Mengenai GMT ini, LAPAN memprediksikan akan terjadi di 10 provinsi Indonesia, yaitu dimulai dari Palembang (Sumatera Selatan), Bangka Belitung, Sampit (Kalimantan Tengah), Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate, dan Halmahera (Maluku Utara).
Selain itu, sejumlah daerah lain di Indonesia juga bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, antara lain Kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado, dan Ambon.
“Dalam acara tersebut, Kepala LAPAN, perwkilan dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), Observatorium BOSSCHA, dan Kementerian Riset, Teknologi, Pendidikan Tinggi akan menyampaikan paparan terkait fenomena GMT,” tutur Jasyanto
Gerhana matahari total (GMT) 2016 yang akan berlangsung serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia pada Rabu, 9 Maret 2016, akan dijadikan sebagai momentum untuk mendongkrak sektor pariwisata. Fenomena alam yang langka tersebut dijadikan sebagai event menarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)  ke Indonesia serta menggerakan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri yang tahun ini ditargetkan sebanyak 12 juta wisman dan 260 juta perjalanan wisnus.
Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota (Pemprov/Pemkab/Pemkot) yang wilayahnya akan dilintasi GMT 2016  telah mempersiapkan diri dengan sejumlah event menarik  agar wilayahnya banyak dikunjungi wisatawan.  GMT  dengan durasi  sekitar 2-3 menit tersebut akan melintasi 12 provinsi di Indonesia yakni; Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara serta sejumlah kota besar seperti;  Palembang, Tanjung Pandang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu,  Ternate, dan Sofifi.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, GMT 2016 akan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisman karena peristiwa tersebut banyak diminati oleh kalangan astronom dan peneliti,  komunitas astronomi, fotografer, maupun wisman dan wisnus termasuk masyarakat setempat. “Sebagai perbandingan (benchmarking) ketika terjadi GMT 2012 di Queensland, Australia berhasil menarik sebanyak 60 ribu pengunjung termasuk 1.200 peneliti dari Jepang yang datang dengan mencater pesawat. Peristiwa tersebut mempunyai nilai promosi yang tinggi karena disaksikan sekitar 20 juta orang lewat NASA live broadcast ,” kata Menpar Arief Yahya dalam jumpa pers bersama para gubernur dan bupati dari berbagai  wilayah yang akan dilintasi GMT 2016 di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Senin (25/1).
Event GMT 2016 juga dipromosikan di berbagai media cetak dan elektronik internasional, online media, mailing list, astronomer online forum, Yahoo Group, sosial media  dalam rangka  eclipse awareness campaign .
Bekerjasama dengan pelaku usaha pariwisata juga dipersiapkan paket tour, diantaranya eclipse regatta. “Untuk eclipse regatta sudah ada 4 cruise yang mendaftarkan diri melintasi Indonesia saat berlangsung GMT yakni; Orion Cruise (milik National Geographic), Caladonian Cruise, Coral Princess Cruise, dan Peter Deilmaaan Cruise, sedangkan PT Pelni merencanakan 3 kapal besar sebagai hotel terapung di Bangka, Belitung, Palu, dan Ternate,” kata  Arief Yahya.
GMT  2016 memiliki keistimewaan tersendiri bagi Indonesia  karena  di tahun tersebut jalur totalitas gerhana matahari akan melewati Indonesia, dan Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat mengamati fenomena GMT dari daratan. Peristiwa GMT 2016 akan menjadi daya tarik pariwisata  atau  special interest   bagi para historical, education, astromical research, photography, dan  traveling  dan diharapkan akan menggerakan  mereka untuk mengunjungi  daerah  destinasi wisata yang akan dilalui gerhana matahari total tersebut.
Dari 12 provinsi yang akan dilintasi GMT 2016 masing-masing telah mempersiapkan event menarik. Seperti   Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempersiapkan event seperti;   glowing night run, ritual komunitas supranatural, performance budaya, festival lomba foto internasional,  pertunjukan barongsai sepanjang 30 meter, pelepasan lampion,  dan tour edukasi untuk anak sekolah bekerjasama dengan LAPAN.
Pariwisata tahun ini mentargetkan kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan perolehan devisa sebesar Rp 172 triliun serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) berwisata di dalam negeri  sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp 223,6 triliun. Sektor pariwisata diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 5% serta menciptakan lapangan kerja sebanyak  11,7 juta tenaga kerja.(SBC)

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

banner 300250

ikuti kami

To Top