banner 300250
HOTNEWS

Rekayasa Surat Pindah Diduga Sering Terjadi di Dinas Pendidikan Medan

Sangbintang.com

Medan | Rekayasa surat pindah diduga sering terjadi pada guru-guru Dinas Pendidikan Medan, di masa kepemimpinan Marasutan Siregar. Contohnya Rosita Simatupang, guru sekolah dasar yang menjadi korban.

Mantan Kadis Pendidikan Medan Marasutan Siregar diduga merekayasa surat pindah tanpa persetujuan Rosita, guru di SDN 060925 di Kecamatan Medan Amplas.

Dalam surat pindah itu tercantum point adanya permohonan dari Rosita Simatupang, padahal kata Rosita tidak ada. Namun akhirnya Rosita tetap dipindahkan ke SDN 060971, meski sudah melakukan protes ke Marasutan.

Marasutan Siregar dianggap telah meremehkan profesi Rosita sebagai guru yang sudah berkerja selama 34 tahun.

“Dugaan rekayasa surat yang dibuat Marasutan Siregra sangat jelas,” ucap Kuasa Pendamping Rosita, Nelly Simamora kepada wartawa, kemarin.

Nelly menjelaskan, Marasutan Siregar terkesan tidak saja meremehkan Rosita tetapi juga DPRD Medan. Sebab persoalan ini sudah dilaporkan ke DPRD Medan dan sudah diakomodir dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP).

Dalam rapat diputuskan agar persoalan pindah Rosita Simatupang diselesaikan secara kekeluargaan di lingkungan Dinas Pendidikan Medan. “Jika tidak diselesaikan maka Kepala Sekolah SDN 060925 Siti Amronah
segera dicopot,” ujar Nelly.

Rosita menceritakan, awal dari permasalah ini karena Siti Amronah tidak suka dengannya. Saat itu ada demo mendukung Siti Amronah, masih menjadi guru biasa. Lalu setelah menjadi Kepala Sekolah SDN 060925, Amronah memecat seorang guru honor yang merupakan anak dari Rosita Simatupang.

“Amronah juga pernah mengucapkan kepada anak Rosita bahwa ibunya juga bisa dipecat,” tutur Nelly.

Dari peristiwa itu, Rosita didampingi Nelly sudah mempertanyakan ke Dinas Pendidikan sesuai hasil RPD DPRD Medan. “Juga sudah kita laaporkan ke Ombusmen. Tetapi tidak ada reaksi dari Dinas Pendidikan,” kata Nelly.

Nelly mengatakan, Rosita berencana akan melaporkan Marasutan Siregar ke Polisi atau Kejaksaan. “Kondisi yang dialami Rosita ini menyangkut Hak Azasi Manusia (HAM), maka Marasutan dan pejabat terkait lainnya akan dilaporkan ke Komnas HAM, jika perlu ke Presiden Jokowi,” katanya.

Sejumlah nama yang masuk dalam rencana laporan Rosita, kata Nelly, di antaranya Kepala Sekolah SDN 060925 Siti Amronah, Kepala Kepegawaian Dinas Pendidikan Medan bernama Sipayung, Kepala BKD Medan Lahum, Sekda Medan Syaiful Bahri dan Walikota Medan Dzulmi Eldin. (h/sbc)

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

banner 300250

ikuti kami

To Top