banner 300250
HOTNEWS

Kecam Donald Trump | Konjen AS ‘Diserbu’ Ribuan Warga Kota Medan

MEDAN | Ribuan warga Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Konjen Amerika Serikat di Gedung Uniland Jalan MT Haryono.

Kedatangan ribuan warga ini mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, Jumat (15/12/2017).

Warga yang meblokade Jalan MT Haryono membuat arus lalu lintas menjadi macet. Namun hal tersebut dapat diredam setelah pihak Kepolisian turun mengatur arus lalu lintas.

Kali ini, pimpinan Kepolisian di Sumut langsung turun ke lokasi unjuk rasa. Kapoldasu Irjen Paulus Waterpauw dengan sigap memerintahkan anggotanya untuk membantu pengendara agar tidak ‘menumpuk’ di jalan. Selain itu jendral bintang dua ini langsung turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas.

“Kapolda Sumut juga memantau situasi arus lalu lintas dan ikut membantu melakukan pengaturan lalu lintas yang memadat panjang sebagai imbas adanya kegiatan tersebut yang dilakukan di Jalan MT Haryono tepat depan gedung Uniland,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting.

Kapolda Sumut juga mengecek dan memberikan pengarahan kepada personel Polri yang melaksanakan pengamanan di sekitar tempat kegiatan unjuk rasa.

“Kapolda Sumut melakukan dialog dan pendekatan kepada korlap unjuk rasa. Kapolda juga sempat berfoto bersama dengan para peserta aksi,” tutur Kabid Humas.

Unjukrasa tersebut menolak keputusan pemerintah Amerika Serikat atas pengakuan kepada Israel yang menjadikan Yerusalem sebagai ibukota baru negaranya menggantikan Tel Aviv.

“Mereka memprotes langkah Presiden Donald Trump yang memerintahkan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem,” ujarnya.

Aksi yang dinamai Komite Aksi Bela Palestina Sumatera Utara diikuti oleh lebih dari 1.000 umat Islam.

Massa aksi menyesalkan pemerintah Indonesia dan negara-negara OKI yang tidak melakukan tindakan konkrit dalam mengecam sikap Presiden AS, Donald Trump.

Massa aksi juga menuntut pemerintah Indonesia agar memutuskan hubungan diplomatik dengan Negara Amerika Serikat.

“Kejadian ini adalah suatu bentuk penistaan terhadap umat Islam yang harus dilakukan tindakan tegas,” ujar salah seorang orator aksi.

Aksi tersebut juga menuntut agar dikeluarkannya fatwa perang total jihad ke Palestina oleh Mutfi/ Ketua MU di negara-negara muslim.

Selain itu menyerukan pada semua kaum muslimin untuk memboikot produk-produk Amerika Serikat. “Kami menyerukan pada umat Islam untuk bersatu dan terus melakukan aksi jihad membela Palestina,” ujarnya.

Kegiatan pengamanan unjuk rasa ini berjalan dengan aman dan lancar, dan pengunjuk rasa membubarkan diri pada pukul 17.00 WIB. (SBC-01)

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

banner 300250

ikuti kami

To Top