banner 300250
BISNIS

Ivan Iskandar Batubara | Izin Dipermudah Untuk Menuju Sumut Sebagai Wisata Kelas Dunia

MEDAN- Ketua Umum Kamar dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) Ivan Iskandar Batubara berharap pemerintah daerah memiliki strategi dalam mendorong pertumbuhan bisnis kepariwisataan, diantaranya dengan memudahkan izin usaha.

Harapan ini disampaikan Ivan Iskandar Batubara usai menjadi pembicara pada acara seminar Unimed International Conference on Economics and Business (Uniceb) 2017 yang mengusung tema “Strengthening Accelerating The Economic Growth of Indonesia in The ASEAN Market” di ruang Rajawali, Garuda Plaza Hotel, Selasa (12/11/2017).

Untuk menarik minat wisatawan, sebut Ivan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan seluruh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memudahkan berbagai perizinan.

“Kalau bisa, semua izin sudah tersedia. Tidak diurus oleh investor lagi. Tinggal jalan. Mata rantai pengurusan izin usaha atau izin kegiatan kadang terlalu panjang. Ribet dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pelayanan Satuatap kita rasakan belum memberikan kemudahan maksimal. Karena aka ada proses waktu yang dibutuhkan,” sebut Ivan.

Metode bundling, sebut Ivan, sangat efektif dalam menarik minat investor dalam menanamkan investasinya, karena dinilai minim risiko.

“Semua sudah disitu, tanahnya, bangunannya, izinnya, jadi benar-benar investasinya. Tinggal main, tidak diperlambant. Tapi kalau investornya diberi cek kosong ya nggak selesai-selesai. Kita sudah terjerat dengan regulasi sendiri, sebaiknya bundling. Hal itulah yang jarang dibahas, tapi perlu dibahas jika sunguh-sungguh ingin menarik investasi,” tambah Ivan.

Program investasi yang siap pakai atau dengan metode bundling, tanpa direpotkan dengan berbagai urusan perizinan, diyakini akan menarik investor dalam pengembangan destinasi pariwisata.

“Tidak ada lagi repot urus izin. Semua sudah disiapkan. Misalnya bundling, kemudian tinggal lelang saja. Investor yang berminat, tinggal jalankan usaha atau kegiatannya. Ini besar dampaknya dalam merangsang minat investor dalam mengembangkan bisnis di Sumut,” saran Ivan.

Selain itu, tiap Pemkab pemilik destinasi wisata dapat menggelar kegiatan (calendar of even) bertaraf internasional. Kemampuan membaca keinginan wisatawan juga bagian lain yang tidak terpisahkan dalam upaya mengembangkan industry pariwisata.

Industri pawisata di Sumut harus menuju world class. Misalnya dengan menggelar kegiatan bertaraf internasional. Bisa saja dengan mendatangkan musisi dunia atau tokoh-tokoh terkenal yang dapat menyedot perhatian wisatawan. Lokasi penyelenggaraan sengaja ditempatkan di titik-titik destinasi wisata.

“Terkadang, minat orang datang ke Sumut ini minim karena event-event seperti sport, belum mendunia. Coba undang musisi yang sudah mendunia, tokoh yang bisa menyedot perhatian wisatawan. Jangan ragu-ragu untuk membangun world class. Wisatawan kalau datang, setengah jam nonton tarian, lalu melihat pemandangan sejam, terus mau ngapain lagi. Kalau bisa, rangkaian acara membuat wisatawan itu tidak tidur kalau datang ke Sumut,” ujar Ivan.

Selain Ivan Iskandar Batubara, hadir dalam seminar Uniceb tersebut sejumlah pembicara diantaranya guru besar Universiti Tenaga Nasional Malaysia Prof. Mhd. Noor Mamat, Ph.D, guru besar Loyola University Chicago Vietnam, Ho Nghok Poung, Ph.D. dan narasumber talkshow yakni, Prof. Dr. Ir. Harmein Nasution, dan Direktur Bank Sumut Dr. Edie Rizliyanto. Turut hadir Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof Syawal Gultom dan sejumlah Dekan.(rel)

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

banner 300250

ikuti kami

To Top