banner 300250
PUBLIC

ELEKTABILITAS MENINGKAT, JENDERAL EDY RAHMAYADI BISA KALAHKAN PETAHANA

Letjen Edy Rahmayadi dan Tengku Erry Nuradi

Jakarta | Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat mengusung Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi berlaga dalam kompetisi pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Dari komposisi bergabungnya kedua partai tersebut, akankah suksesi kemenangan di Sumatera Utara dapat diraih ‎layaknya memenangkan Anies-Sandi di DKI?

Pengamat politik Walid Mustafa Sembiring berpendapat, kekuatan politik Edy Rahmayadi merengsek naik jika benar bahwa dirinya telah didukung 38 kursi DPRD Sumut. Namun menurutnya, kekuatan politik Edy jelang Pilgubsu 2018 sudah semakin kuat meski tanpa isu dukungan 38 kursi tersebut.

“Saya kira saat ini kekuatan politik Edy semakin kuat, jika dilakukan survei pemetaan politik Sumut pada periode akhir September ini, saya kira Edy secara popularitas dan elektabilitas sudah naik,” katanya.

“Terlebih dengan dukungan partai politik yang menurutnya sudah pada angka 38 kursi, tentu saja kekuatan politik Edy pada Pilgubsu 2018 ini sudah semakin kuat,” sambungnya.

Kekuatan politik Edy, kata Walid, juga dapat dikatakan sudah hampir mendekati kekuatan petahana, dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara, Erry Nuradi.

“Jika pun belum melampaui, saya kira kekuatan Edy saat ini sudah hampir menyamai kekuatan politik petahana,” jelasnya.

Menurutnya, jika Edy terus menjaga dan meningkatkan performanya, Walid menilai mantan Pangdam I/BB ini dapat segera mengungguli kekuatan petahana.

“Dan jika trend ini terus dijaga oleh Edy, bukan tidak mungkin Edy akan mampu melampaui petahana yang menurut saya trend-nya cenderung stagnan,” terang dia.

Pengamat politik, Fernanda Putra mengatakan, sosok Edy menjadi lawan berat dari calon dari petahana (incumbent) atau yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Tengku Erry Nuradi. “Sejauh ini saya pikir Edy Rahmayadi menjadi lawan berat apabila jadi diusung menjadi cagubsu,” tandasnya di Jakarta, Senin (20/11/2017).

Akademisi asal Universitas Sumatera Utara (USU) ini menilai,‎ sebagai calon petahana tentu peluang tengku Erry untuk kembali menjabat terbuka lebar. Hal itu karena ada akses yang tidak dimiliki oleh cagub lain. Kendati demikian, lanjut Fernanda, kinerja petahana juga dapat menjadi ancaman tersendiri dalam Pilgubsu 2018 nanti.

“Masalah kinerja petahana akan menjadi faktor menurunnya keterpilihan petahana. Itupun apabila yang menjadi lawan sosok yang dianggap mumpuni untuk menggantikan petahana,” jelasnya.

Pengamat Politik, Ray Rangkuti berpesan, jika Edy benar-benar serius dengan pencalonannya tersebut, haruslah konsisten. Terlebih, mengenai status yang tersemat padanya saat ini. “Jauh lebih bagus jika benar-benar terjun ke dunia politik, lepaskan atribut-atribut lainnya yang masih melekat,” ungkap Ray yang juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima).

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Medan Bobby Zulkarnain, menyatakan kesiapan untuk memenangkan Edy Ramayadi di Pilgub 2018 mendatang, khususnya wilayah Medan.

“Instruksi dari Bapak Prabowo tersebut akan kami jalankan sebagai bagian perintah komando. Kami akan bekerja keras meraih kemenangan dalam Pilgub 2018 terutama di Kota Medan.

Atas dasar ini kami menghimbau seluruh kader yang paling bawah agar bekerja keras dengan melakukan langkah sosialisai dan pendekatan kepada masyarakat sehingga Partai Gerindra mampu meraih kemenangan,” tegasnya.

Adapun ‎Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPW PKS Sumut, Satrya Yudha Wibowo, menyatakan partainya mendukung Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah alias Ijeck untuk maju sebagai pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023. Keputusan ini, kata Satrya, diambil DPP PKS setelah melalui berbagai pertimbangan.

“Iya, saya tadi diberi tahu Ketua DPW (PKS Sumut) seperti itu. DPP telah memutuskan mendukung Edy-Ijeck,” kata Satrya beberapa waktu lalu.(SB-01)

Comments

comments

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

banner 300250

ikuti kami

To Top